Tepatnya
pada tahun 2013, saya baru membuka/ mendaftar buku tabungan di BTN (Bank Tabungan Negara). Alasan nya sih
sederhana kenapa saya memilih BTN, sebab ketika awal melakukan registrasi masuk
diperguruanTinggi, saya membayar melalui BTN pembatu di UINSA (universitas
Islam negeri sunan ampel). Nah ketika melakukan registrasi masuk PTN, saya di
tawari untuk membuka tabungan batara, dengan iming-iming agar ketika melakukan
traksaksi pembayaran uang semester tidak dikenakan biaya admin dan lebih mudah
juga tidak ribet. Pada akhirnya saya pun mau melakukan mendaftar buku tabungan
di BTN. Dan ketika itu juga saya
mengikuti prosedur pendaftaran. Dengan membayar 50.000 sudah mendapat buku
tabungan dan ATM.
Ketika
itu saya tidak panjang lebar bertanya mengenai prosedur kedepannya bagaimana
setelah saya mendaftar dan ketika lain waktu saya menabung, ataupun cara
menggunakan ATM. Pihak dari BTN itupun tidak menjelaskan kepada saya, mungkin
pada saat itu banyak sekali calon mahasiswa yang melakukan registrasi dan
membuka tabungan mangkannya dia hanya menjawab pertanyaan dari nasabah, kalau
tidak ada pertanyaan ya tidak menjelaskan apapun.
Seminggu
setelah memiliki buku tabungan, saya melakukan setor tunai atau menabung di BTN
kampus. Nah lucunya pas mau nabung tapi tidak mengetahui caranya bagaimana ?
untungnya ketika hendak masuk pintu, pintu itu dibukakan oleh pak satpam dan
saya diberi pertanyan.
“mau
nabung ya mbk?”
Kemudian
saya menjawab “iya pak”. Setelah itu pak satpam nya memberitahu bagaimana cara
menabung. Ketika itu saya juga mengadu ke pak satpam, bantu ya pak saya baru
pertama kali ini menabung. Kemudia seru pak satpam “siap mbk.”
Nah
cara menabung sudah bisa sekarang, jadi tidak perlu takut lagi untuk menabung
di bank.
Kemudian
masalah muncul lagi mengenai fasilitas dari bank yaitu ATM. Permasalahannya
itu saya belum perna menggunakan ATM dan
tidak mengetahui cara menggunakannya. Kegunaan ATM pun hanya saya ketahui
sebatas alat untuk mempermudah menggambil uang tabungan di bank. Pada saat ada
keperluan mendadak di kampus, mengenai pembayaran suatu kegiatan dihari itu
juga. Maka saya memiliki niatan untuk mengambil uang tabungan saya dibank.
Ketika itu saya pergi di BTN pembantu kampus. Disitu saya disambut kembali oleh
pak satpam. Dia menanyakan, “mau menabung?” saya menjawab “tidak, mau ambil
uang”. Kemudian pak satpam berkata lagi “pengambilan dibawah XXX (sekian) juta
bisa dilakukan melalui mesin atm mbk.” Kemudian saya menjawab “oh begitu ya
pa.” (lalu saya langsung menuju ke mesin atm) ketika sudah masuk di ruang
pengambilan uang, saya bingung mau apa yang harus saya lakukan. Di benak pun
berkata bingung mau tanyak pak satpam malu, masa sudah jadi anak kuliahan tidak
bisa menggunakan ATM. Mau melakukan pengambilan uang sendiri takut nantik
salah, takut nantik uang nya keluar kebanyakan (masih punya pikiran kuno). Ada
sekitar lima menit berada di dalam ruangan itu. Akhirnya saya menyerah dan
menemui pak satpam kembali. Meminta untuk di temani mengambil uang. Pada saat
itu pak satpam menuntun saya. Dan ketika itu lagi-lagi saya curhat ke pak
satpam kalau saya sebelumnya belum perna menggunakan ATM. (cerita dengan gerak
gerik salah tingkah, malu, campur aduk pada saat itu). Dan ketika pak satpam berkata,
“silahkan mbk pinnya di ketik”, saya pun menjawab “loh tidak tau pak, dulu
ketika daftar pegawai banknya bilang ATM bisa digunakan setelah satu bulan dari
pendaftran, dan ATM bisa langsung digunakan. Saya tidak dikasih tahu pinnya
berapa” kemudian pak satpam berkata “iya mbk, jenengan tulis aja pinnya yang
menurut jenengan mudah diingat”. Dan saya mengikuti perintah dari pak satpam
itu. Dan saya di ajari sampai saya ingat cara mengunakan mesin ATM, dan sayapun
bisa/ faham seketika itu.
Masalah
mengenai melakukan transaksi menggunakan ATM pun kembali saya alami.. ketika
itu saya sedang mencoba-coba menjadi reseller garskin. Dan ketika pemesanan
barang maka saya harus mentransfer uang kepada owner tersebut. Saya bertanya
kepada kakak perempuan saya “neng gimana caranya transfer uang lewat ATM?”
kakak saya menjawab “ya gampang dek, tinggal ngikuti perintah dari mesine.”
Walaupun sudah dijelaskan oleh kakak saya, pikiran saya masih ngawang/masih
mengambang. Dan sayapun meminta kakak saya untuk menemani, dan reseknya dia
tidak mau menemani saya. Padahal waktu itu adalah terakhir saya melakukan
transfer agar barang yang saya pesan itu segera diproduksi. Akhirnya saya
memberanikan diri untuk pergi ke ATM BTN rungkut asri, kebetulan dekat dengan rumah.
Kalau ke BTN kampus terlalu jauh. Sesampai di BTN rungkut asri, kira-kira jam
lima sore menjelang magrib. Saya pun mencoba melakukan transaksi sendiri. Tapi
lagi-lagi bingung, tidak tahu caranya bagaimana. Sebab saya harus trasfer bukan
sesama BTN tapi ke bank mandiri. Padahal kalau disuruh transfer ke sesama BTN
juga saya tidak tau caranya. Pada akhirnya saya keluar dari ruangan itu dan
melihat pintu bank masih terbuka separuh dan ada orang di dalamnya. Akhirnya
saya pun mengetuk-ngetuk pintu loring door “tok..tok...tok pak, pak, pak”
akhirnya keluar pak satpam bank itu, lalu ia bertanya “ada apa mbk?” saya
menjawab “pak bisa minta tolong, saya tidak tahu cara mentransfer uang ke bank
mandiri, bisa minta tolong tunjukin caranya?” dan akhirnya bapak itupun
membantu saya. Ia menunjukkan bagaimana cara menstranfer ke bank selain BTN.
Dan ketika saya di tuntun melakukan transaksi itu saya pun sebenarnya bingung
sebab sebelum melakukan transaksi harus tahu kode bank mandiri itu berapa.
Setelah mengetahui kode bank mandiri saya harus memasukkan rekening dari orang
yang hendak saya kirim uang.pada saat melakukan entri no rekening pun saya lama
sekali sampai akhirnya diulangi beberapa kali. Mesin ATMnya tidak mau menunggu
terlalu lama ternyata. Akhirnya saya sukses melakukan transfer uangnya.
Pada
akhirnya sekarang saya faham betul cara menggunakan ATM untuk tarik tunai, cek
saldo, transfer uang, dll

