Kamis, 01 Oktober 2015

Belajar Menggunakan Atm Bersama Pak Satpam by Tri Rahayu Ningsih


Tepatnya pada tahun 2013, saya baru membuka/ mendaftar buku tabungan  di BTN (Bank Tabungan Negara). Alasan nya sih sederhana kenapa saya memilih BTN, sebab ketika awal melakukan registrasi masuk diperguruanTinggi, saya membayar melalui BTN pembatu di UINSA (universitas Islam negeri sunan ampel). Nah ketika melakukan registrasi masuk PTN, saya di tawari untuk membuka tabungan batara, dengan iming-iming agar ketika melakukan traksaksi pembayaran uang semester tidak dikenakan biaya admin dan lebih mudah juga tidak ribet. Pada akhirnya saya pun mau melakukan mendaftar buku tabungan di BTN.  Dan ketika itu juga saya mengikuti prosedur pendaftaran. Dengan membayar 50.000 sudah mendapat buku tabungan dan ATM.
Ketika itu saya tidak panjang lebar bertanya mengenai prosedur kedepannya bagaimana setelah saya mendaftar dan ketika lain waktu saya menabung, ataupun cara menggunakan ATM. Pihak dari BTN itupun tidak menjelaskan kepada saya, mungkin pada saat itu banyak sekali calon mahasiswa yang melakukan registrasi dan membuka tabungan mangkannya dia hanya menjawab pertanyaan dari nasabah, kalau tidak ada pertanyaan ya tidak menjelaskan apapun.
Seminggu setelah memiliki buku tabungan, saya melakukan setor tunai atau menabung di BTN kampus. Nah lucunya pas mau nabung tapi tidak mengetahui caranya bagaimana ? untungnya ketika hendak masuk pintu, pintu itu dibukakan oleh pak satpam dan saya diberi pertanyan.
“mau nabung ya mbk?”
Kemudian saya menjawab “iya pak”. Setelah itu pak satpam nya memberitahu bagaimana cara menabung. Ketika itu saya juga mengadu ke pak satpam, bantu ya pak saya baru pertama kali ini menabung. Kemudia seru pak satpam “siap mbk.”
Nah cara menabung sudah bisa sekarang, jadi tidak perlu takut lagi untuk menabung di bank.
Kemudian masalah muncul lagi mengenai fasilitas dari bank yaitu ATM. Permasalahannya itu  saya belum perna menggunakan ATM dan tidak mengetahui cara menggunakannya. Kegunaan ATM pun hanya saya ketahui sebatas alat untuk mempermudah menggambil uang tabungan di bank. Pada saat ada keperluan mendadak di kampus, mengenai pembayaran suatu kegiatan dihari itu juga. Maka saya memiliki niatan untuk mengambil uang tabungan saya dibank. Ketika itu saya pergi di BTN pembantu kampus. Disitu saya disambut kembali oleh pak satpam. Dia menanyakan, “mau menabung?” saya menjawab “tidak, mau ambil uang”. Kemudian pak satpam berkata lagi “pengambilan dibawah XXX (sekian) juta bisa dilakukan melalui mesin atm mbk.” Kemudian saya menjawab “oh begitu ya pa.” (lalu saya langsung menuju ke mesin atm) ketika sudah masuk di ruang pengambilan uang, saya bingung mau apa yang harus saya lakukan. Di benak pun berkata bingung mau tanyak pak satpam malu, masa sudah jadi anak kuliahan tidak bisa menggunakan ATM. Mau melakukan pengambilan uang sendiri takut nantik salah, takut nantik uang nya keluar kebanyakan (masih punya pikiran kuno). Ada sekitar lima menit berada di dalam ruangan itu. Akhirnya saya menyerah dan menemui pak satpam kembali. Meminta untuk di temani mengambil uang. Pada saat itu pak satpam menuntun saya. Dan ketika itu lagi-lagi saya curhat ke pak satpam kalau saya sebelumnya belum perna menggunakan ATM. (cerita dengan gerak gerik salah tingkah, malu, campur aduk pada saat itu). Dan ketika pak satpam berkata, “silahkan mbk pinnya di ketik”, saya pun menjawab “loh tidak tau pak, dulu ketika daftar pegawai banknya bilang ATM bisa digunakan setelah satu bulan dari pendaftran, dan ATM bisa langsung digunakan. Saya tidak dikasih tahu pinnya berapa” kemudian pak satpam berkata “iya mbk, jenengan tulis aja pinnya yang menurut jenengan mudah diingat”. Dan saya mengikuti perintah dari pak satpam itu. Dan saya di ajari sampai saya ingat cara mengunakan mesin ATM, dan sayapun bisa/ faham seketika itu.
Masalah mengenai melakukan transaksi menggunakan ATM pun kembali saya alami.. ketika itu saya sedang mencoba-coba menjadi reseller garskin. Dan ketika pemesanan barang maka saya harus mentransfer uang kepada owner tersebut. Saya bertanya kepada kakak perempuan saya “neng gimana caranya transfer uang lewat ATM?” kakak saya menjawab “ya gampang dek, tinggal ngikuti perintah dari mesine.” Walaupun sudah dijelaskan oleh kakak saya, pikiran saya masih ngawang/masih mengambang. Dan sayapun meminta kakak saya untuk menemani, dan reseknya dia tidak mau menemani saya. Padahal waktu itu adalah terakhir saya melakukan transfer agar barang yang saya pesan itu segera diproduksi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk pergi ke ATM BTN rungkut asri, kebetulan dekat dengan rumah. Kalau ke BTN kampus terlalu jauh. Sesampai di BTN rungkut asri, kira-kira jam lima sore menjelang magrib. Saya pun mencoba melakukan transaksi sendiri. Tapi lagi-lagi bingung, tidak tahu caranya bagaimana. Sebab saya harus trasfer bukan sesama BTN tapi ke bank mandiri. Padahal kalau disuruh transfer ke sesama BTN juga saya tidak tau caranya. Pada akhirnya saya keluar dari ruangan itu dan melihat pintu bank masih terbuka separuh dan ada orang di dalamnya. Akhirnya saya pun mengetuk-ngetuk pintu loring door “tok..tok...tok pak, pak, pak” akhirnya keluar pak satpam bank itu, lalu ia bertanya “ada apa mbk?” saya menjawab “pak bisa minta tolong, saya tidak tahu cara mentransfer uang ke bank mandiri, bisa minta tolong tunjukin caranya?” dan akhirnya bapak itupun membantu saya. Ia menunjukkan bagaimana cara menstranfer ke bank selain BTN. Dan ketika saya di tuntun melakukan transaksi itu saya pun sebenarnya bingung sebab sebelum melakukan transaksi harus tahu kode bank mandiri itu berapa. Setelah mengetahui kode bank mandiri saya harus memasukkan rekening dari orang yang hendak saya kirim uang.pada saat melakukan entri no rekening pun saya lama sekali sampai akhirnya diulangi beberapa kali. Mesin ATMnya tidak mau menunggu terlalu lama ternyata. Akhirnya saya sukses melakukan transfer uangnya.
Pada akhirnya sekarang saya faham betul cara menggunakan ATM untuk tarik tunai, cek saldo, transfer uang, dll


Tidak ada komentar:

Posting Komentar