Rabu, 20 November 2013

Resensi & Ikhtisar

Judul Buku                              :  JURNALISTIK RADIO
Kiat Menulis Berita Radio
Pengarang/Penyusun               : Hasan Asy’ari Oramahi
Editor                                      : Rikard Rahmat
                                                  Heidy Retnowulan
Penerbit                                   : Erlangga
Kota Terbit                              : Surabaya
Tahun penerbitan                    : 2012
Terdiri dari                              : 26 Sub bab, 145 halaman  

A.    IKHTISAR
Tugas penting media masa adalah memberikan suatu berita. Berita  merupakan informasi yang baru yang mengandung makna penting untuk si pendengar (radio), pemirsa (televisi), pembaca (media cetak). Khalayak pendengar radio adalah masyarakat heterogen, jadi berita radio harus mudah di cerna oleh semua khalayak. Oleh karena itu sebuah berita radio harus memiliki unsur-unsur seperti, ketetapan waktu, kedekatan,konflik,langkah pemerintah,peristiwa menarik,olahraga, dan lain-lain.
Radio merupakan media audio, naskah dan berita radio tidak lepas dari tulis menulis. Hanya saja teknik dan bentuk tulisannya sangat berbeda dengan pembuatan naskah berita media cetak. Kiat mudah menulis untuk telinga adalah menulis sambil bericara, seakan-akan anda sedang menyiarkan berita yang anda tulis. Dan selalu gunakan bahasa tutur kata agar ketika penyampaian tidak kaku. Dan hindari menyampaian berita yang tidak efektif.berita radio harus bersifat singkat,padat dan jelas.
Dalam berita harus termuat  5W+1H, enam unsur yang wajib ada dalam sebuah berita. Penulisan berita radio menggunakan piramida terbalik. Sebab apa yang ada dalam lead itu merangkum semua hal, memudahkan pendengar mengetahui initi dalam sebuat berita.
Kegiatan reporting. Yaitu kegiatan dimana reporter pergi ke tempat yang dimana tempat tersebut terdapat suatu berita. Dan setelah mengetahui suatu inforfasi reporter menulis naskah beritanya dengan melakukan tiga cara yaitu, observasi,wawancara, dan melakukan riset. Wawan cara dilakukan reporter untuk dua maksutd, pertama untuk memperoleh fakta dari berita, kedua untuk memberi sisipan audio ketika siaran. Pada saat wawancara hendaknya di rekam menggunakan alat rekam.
Cara penyajian berita radio hendaknya dilakukan dengan cara modern. Menggunakan perpaduan antara penyaji secara langsung dan sisipan-sisipan yang disajikan langsung melalui wawancara. Agar berita radio tampak lebih hidup.
Sebuah berita belum disebut berita jika belum disiarkan kepada khalayak pendengar melalui seorang penyaji berita. Ada beberapa persyaratan pokok yang harus dimiliki seorang penyiar radio, memiliki suara yang enak di dengar (empuk), cerdas. Jjika penyiar berita radio maka dia harus memiliki latar belakang jurnalistik, harus memiliki pengetahuan umum yang luas, percaya diri, tidak memiliki cacat vokal.
Dan pada saat melakukan kegiatan jurnalistik maka kita harus berpegang teguh dengan kode etik jurnalistik wartawan indonesia.

B.     RESENSI
Kelebihan buku ini, dari segi tampilan buku ini sangat menarik untuk dibaca karena dalam penataan tulisannya sangat bagus dan rapi. Dalam buku ini juga terdapat beberapa lampiran atau bab yang cukup penting seperti pokok-pokok berita, format berita, dan kode etik jurnalis wartawan indonesia.
Akan tetapi buku ini juga memiliki kekurangan. Judul buku adalah jurnalistik radio “kiat menulis berita radio” seharusnya dalam pembahasan harus fokus dalam inti menulis berita radio, dan cara menulis berita yang baik untuk pemula.  Tapi disini menulis berita radio hanya di jelaskan secara umum-umum saja tidak begitu mendetail. Melainkan buku ini berisi tentang kegiatan-kegiatan dalam jurnalistik radio.


NAMA           : TRI RAHAYU NINGSIH
Prodi               : Ilmu Komunikasi F4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar